ISLAMIC EDUCATION

  • THE REAL NEXT MOSLEM GENERATION

    Bersahabat dengan Mushaf

  • Program Pembelajaran

    Tahfidul Qur'an, BTQ (Baca Tulis Qur'an),Public Speaking, Dakwah Media

  • Character Building and Parenting

    Outbond, Public Speaking, FGD (Focus Grub Dissussion), Problem Solving

  • Pengarahan Minat dan Bakat

    Kelas Intensif Berdasarkan Spesifikasi Keahlian

  • Society Relation

    Membangun kerjasama dengan masyarakat sekitar demi tercapainya misi perwujudan desa qur'ani

Thursday, February 16, 2017

AWAL PRSETERUAN MANUSIA DN SYAITAN




وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.
 قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (12)
12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah".
 قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ (13)
13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina".
 قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14)
14. iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya[529] sampai waktu mereka dibangkitkan".
 قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)
15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh."
 قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16)
16. iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
 ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (17)
17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
 قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ (18)
18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".
Ayat –ayat yang senada dengan ayat tersebut diatas banyak sekali terdapat pada surah yang lain, diantaranya, surat al-Baqoroh, al-Hijr, shad, dan surat yang lain
1.          Syetan membungkus yang jelek kelihatan baik
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Al-Hijr : 39
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ (24)
dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka (yangsesat) lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, An-Naml : 24
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ (38)
dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka ( yang jelek ), lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam, (AL-ankabut ; 38)
2.          Allah membuka rahasia kekutan  syetan.
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (99) إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ
99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.
100. Sesungguhnya kekuasaanNya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya Jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
3.          Syetan akan menjadi teman setia bagi orang yang lalai dari Allah Yang maha pengasih
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ (36) وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
36.  Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
37.  Dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
4.          Syetan dari bangsa jin dan manusia
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
أنه بيانٌ للذي يوسوِسُ ، على أن الشيطان ضربان : إنسِيُّ وجنيُّ ، كما قال { شَيَاطِينَ الإنس والجن  [ الأنعام : 112 ] .
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
112. dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia), Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. ( Al-an’Am :112 )

5.          Syetan menggoda dengan bisikan kedalam dada manusia

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

الوسواس الخنّاس الذي يُلقي في صدور الناس صنوفَ الوساوس والأوهام ليصرِفَهم عن سبيلِ الهدى والرشاد .
وهذا الوسواسُ الخنّاس قد يكون من الجِنّ ، وقد يكون من البشَر . كما جاء ذلك صريحا في قوله تعالى { شَيَاطِينَ الإنس والجن يُوحِي بَعْضُهُمْ إلى بَعْضٍ زُخْرُفَ القول غُرُوراً } [ الأنعام : 112 ] .
وشياطينُ الإنسِ أشدُّ فتكاً وخطَرا من شياطين الجن . فكثيراً ما يأتيك إنسانٌ لئيم يُسدي إليك نصائحَ وهو كاذبٌ يقصِد من ورائها لَكَ الشرَّ فيدسُّ السّمَّ في الدَسَم .
اللهم جَنّبنا كلّ شر ، وادفع عنا أذى شياطين الإنس والجنّ .

6.          Syetan berjalan dalam diri manusia dalam aliran darahnya
َقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ».
Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam peredaran darah manusia
( HR. Muslim ) hadits2 semaknya banyak pada riwayat yang lain

Materi Pilihan II
“Tiga moment bagi kita”
1.          Ramadhon (mencetak pribadi militant, tangguh, sabar, memiliki pengendalian diri yang baik, bersikap ihsan, agar tercapai ketaqwaan yang hakiki )
2.          Moment Iedul Fitri ( menjadi manusia terampuni dosa, tetap terpelihara dalam kebaikan, ..) sampai 2 bulan kita diuji istiqomahkah dengan kebaikan romadhon ? kalau ya…..
3.          Moment Iedul Adha ( menjadi manusia suka berkurban dalam arti yang seluas-luasnya ) bukan manusia suka makan korban….karena hakekat penyembelihan kurban adalah ungkapan syukur kepada Allah atas banyak kenikmatan Al-Kautsar, maka tegakkan sholat, sembelihlah qurban, ujian ketauhidan, dan jauhkan diri dari sifat2 kebinatangan…
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ



Share:

AL-MAUT - PROSES PERPINDAHAN HIDUP DARI KEHIDUPAN DUNIA MENUJU KEHIDUPAN AKHIRAT



KEMATIAN BAGI MANUSIA ADALAH SEBUAH PROSES PERPINDAHAN HIDUP DARI KEHIDUPAN DUNIA MENUJU KEHIDUPAN AKHIRAT, DAN INI YANG SERING DISEBUT DENGAN KIAMAT KECIL

Drs. Rik suhadi S.Th.I

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُور

185. tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
35. tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.(Al-Anbiya  : 35)

a.   Kepastian datangnya maut
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
78. di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, …( An-Nisa )


قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
8. Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

b.   Allah mewafattkan jiwa ketika matinya dan yang belum mati pada saat tidur

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
42. Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan[1313]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

[1313] Maksudnya: orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim Nabi berdoa ketika hendak tidur :
 Dengan nama-Mu wahai Rabbku aku meletakkan tubuhku , dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya, jika Engkau telah menahan jiwaku, maka ampuni dan rahmatilah dia, dan jika Engkau melepaskannya kembali maka peliharalah dia sebagaimana engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih “

Dalam ayat QS. Al-An’am : 60
وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
60. dan Dialah yang mewafatkan ( menidurkan) kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan[481], kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu hari dan dibangunkan di siang hari, supaya dengan perputaran waktu itu habislah umurmu yang telah ditentukan Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.

Dalil-dalil tersebut diatas menunjukkan bahwa jiwa yang di tahan maupun yang dilepaskan kedua-duanya adalah jiwa yang diwafatkan saat tidur. Barang siapa yang telah menyelesaikan atau sampai pada batas usianya, maka jiwanya ditahan di hadirat Allah dan tidak dikembalikan lagi ke jasadnya. Sedangkan yang belum menyempurnakan batas usianya , Allah mengembalikan ruh itu kepada jasadnya untuk menyelesaikan sampai batas usianya.

c.    Roh
Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, seluruh imam salaf menyatakan bahwa roh berdiri sendiri, berpisah dengan badan, dapat meresakan nikmat dan siksa. Roh bukan badan itu sendiri, dan bukan pula salah satu organnya .
Dibagian yang lain beliau berkata, Roh bukanlah sesuatu yang yang tersusun dari materi-materi tunggal , tidaklah pula tersusun  dari materi dan gambaran, dan tidak termasuk jenis benda-benda yang berbeda-beda sebagimana yang kita saksikan”.
Dimanakah roh dalam jasad ? roh tidak memiliki tempat tertentu didalam jasad, bahkan ia menyatu diseluruh bagian tubuh sebagaimana kehidupan itu menyatu pada jasad, sebab hidup itu tergantung pada roh , jika roh ada dalam jasad maka kehidupanpun akan ada dalam jasad itu.dan apabila ruh telah berpisah dari jasad maka kehidupanpun akan meninggalkannya.


a.   Roh adalah machluq
Ibnu Qoyyim, menyatakan bahwa roh adalah diciptakan alasan beliau diantaranya adalah : Firman Allah SWT,
قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
16.: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".
Lafadz ayat ini bersifat umum dan tidak ada nash lain yang membatasinya, namun demikian sifat-sifat Allah tidak termasuk dalam katagori yang diciptakann-Nya , sebab sifat itu termasuk dalam katagori Nama-Nya, Allah adalah sesembahan yang sempurna Dia adalah pencipta yang maha sempurna, sedang yang lain adal ciptaan (machluq).

Berikutnya Firman Allah : QS Maryam :9

قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

9. Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah aku ciptakan kamu sebelum itu, Padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali".
Ayat ini menunjukkan bahwa penciptaan tsb adalah jasad sekaligus roh, tidak hanya kepada badan saja , sebab badan senata tidak akan dapat memahami,tidak dapat diajak bicara, serta tidak dapat berpikir, akan tetapi yang dapat diajak bicara, memahami dan berfikir adalah roh.
Ayat lain :
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.

Penciptaan dalam ayat tsb adalah juga mencakup roh dan jasad sekali gus
Sebagaimana pendapat ulama yang menyatakan penciptaan roh sebelum jasad , namun intinya adalah roh adalah diciptakan.
Dalail lain QS al-Insan :1

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

Jika roh itu qodim atau tidak dicipta,ada dengan sendirinya, maka manusia merupakan sesuatu yang dapat disebut.
Dalil lain hadits Abu Hurairah dalam Shahih Bukhari, nabi bersabda :
“Roh-roh itu bagaikan tentara yang teratur rapi , yang saling mengenal diantaranya akan menyatu , sedang yang tidak saling mengenal akan berselisih
Tentara yang teratur rapi adalah ciptaan.
Roh disifati dengan wafat, dicabut, ditahan, dilepaskan,yang itu semua adalah cirri-ciri dari makhluq yang diatur.

e. Proses pencabutan roh

Dalam ayat proses pencabutan roh terhadap orang yang akan meninggal terbagi kedalam dua golongan , golongan yang mendustakan Allah, dan golongan orang-orang mu’min. dalam ayat dinyatakan bagaimana proses ketika malaikat akan mencabut nyawa seorang manusia :
1.    Yang terjadi pada diri orang yang dholim dan mendustakan ayat-ayat Allah:

al- Qiyamah
كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ (26) وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ (27) وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ (28) وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ (29) إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ (30) فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّى (31) وَلَكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى (32) ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى (33) أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى (34) ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى (

26. Sekali-kali jangan. apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,
27. Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?",
28. Dan Dia yakin bahwa Sesungguhnya Itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
29. Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan)[1533],
30. Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.
31. Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat,
32. Tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran),
33. Kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong).
34. Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu,
35. Kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu[1534].
[1533] Karena hebatnya penderitaan di saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat.
[1534] Kutukan terhadap orang kafir ini diulang-ulang sampai empat kali: pertama di saat ia akan mati, kedua ketika ia dalam kubur, ketiga pada waktu hari berbangkit dan keempat dalam neraka Jahannam.


Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.

50. Kalau kamu melihat ketika Para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri).

2.    Yang terjadi pada orang mu’min :
 الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik[822] oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum[823], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".
[822] Maksudnya: wafat dalam Keadaan suci dari kekafiran dan kemaksiatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam Keadaan senang karena ada berita gembira dari Malaikat bahwa mereka akan masuk syurga.
[823] Artinya selamat sejahtera bagimu.
dalam sebuah riwayat, hadits bara’bin azib adalah sebagai berikut :
Bara’ bin Azib Ia berkata : ‘ suatu ketika kami sedang mengantar jenazah di baqi’ al-gharqad , lalu kami didatangi oleh Rasulullah saw hingga beliau duduk dan kamipun bersamanya. Saat itu seakan-akan dikepala kami ada burung bertengger ( karena heningnya), sementara beliau meletakkan orang yang meninggal itu ke liang lahat seraya berdo’a : “ aku berlindung kepada Allah dari azab kubur”. Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali.
Kemudian beliau bersabda ; sesungguhnya seorang hamba mu’min apabila menjelang kepergiannya ke negri akhirat serta berpisah dengan dunia maka malaikat turun kepadanya , wajah mereka bagaikan matahari mereka membawa kafan yang berasal dari surga serta harum-haruman yang juga berasal dari surge. Malaikat-malaikat itu duduk dihadapan orang itu hingga sejauh mata memandang.
Kemudian datanglah malaikat maut dan berkata ; Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keridhoann-Nya . “ Ruh itu keluar sebagaimana mengalirnya air dari gelas, lalu malaikat maut mengambilnya dan tidak meletakkan ditangannya meski sekejab hingga akhirnya malaikat-malaikat yang lain mengambilnya dan meletakkannya di atas kafan yang tersedeia dari harum-haruman , maka keluarlah dari ruh itu aroma semerbak bagaikan seharum-harum wewangian yang terdapat dimuka bumi.
Malaikat-malaikat itu membawa naik ruh tersebut, tidaklah mereka melewati satu kelompok darpada malaikat melainkan mereka bertanya “ Siapakah pemilik ruh yang baik ? “ malaikat yang membawa menjawab, ia adalah fulan bin fulan’ mereka menyebutnya dengan sebaik-baik nama orang itu selama di dunia. Akhirnya mereka sampai dilangit dan minta dibukakan pintu untuk ruh itu lalu pintu langit dibukakan untuknya, semua malaikat yang ada di setiap langit yang dilewati turut mengantarkan ruh itu kepada langit berikutnya.hingga akhirnya malaikat yang malaikat yang membawa ruh itu sampai kepada langit yang di atasnya Allah SWT. Maka Allah berfirman : tulislah kitab hambaku di Illiyyin, lalu kembalikan dia ke bumi, karena dari bumi itu mereka aku ciptakan dan padanya Aku mengembalikan mereka dan darinya Aku akan membangkitkan mereka pada kali yang lain.
Ruh itu dikembalikan ke jasadnya, lalu ia didatangi oleh dua malaikat , kedua malaikat itu duduk di dekatnya seraya bertanya “ siapakah Rabbmu ? orang itu berkata : “ Raabku adalah Allah. Kedua malaikat betanya .” apakah agamamu ? Orang itu menjawab “ agamaku adalah Islam, kedua malaikat itu bertanya,” siapakah laki-laki yang diutus kepada kamu itu ?, orang itu menjawab “ dia adalah rasulullah”, keduanya bertanya kembali “ apakah amalanmu ?, orang itu menjawab Aku membaca kitab Allah lalu mengimaninya serta membenarkannya.
Tiba-tiba terdengar suara dari langit berseru, ‘ sungguh hambaku telah benar, berilah ia tikar dari surge dan bukakan untuknya satu pintu ke surga. Maka datanglah kepada orang itu aroma wangi surge serta diluaskan kuburnya seluas mata memandang. Setelah itu dia didatangi seorang laki-laki yang bermuka tampan dan berpakaian rapi serta aroma harum. Laki-laki itu berkata : “ bergembiralah atas sesuatu yang menyenangkanmu , ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu “. Orang itu berkata ‘ siapakah anda ? wajahmu memberikan harapan kebaikan” laki-laki itu menjawab “ aku adalah amalanmu yang baik”, saat itu orang yang meninggal itu berkata: Wahai Raabku Tegakkanlah hari kiamat hingga aku dapat kembali kepada keluarga dan hartaku”.
Kemudian hamba yang kafir pada saat perpisahan dengan dunia dan menghadapi kehidupan alhirat, turun kepadanya malaikat-malaikat dari langit dengan wajah yang hitam pekat dengan membawa usungan. Lalu mereka duduk dihadapan orang itu hingga sejauh mata memandang.
Setelah itu datanglah kepadanya malaikat maut dan berkata.” Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.”
Ruh itu berpencar diseluruh badannya, maka malaikat maut mencabutnya sebagaimana mencabut kayu berduri dari kainwool yang basah.ketika ruh telah dicabut m para nalaikat tidak meletakkannya ditangan mereka meski hanya sekejabmata hingga mereka menaruhnya diusungan. Keluarlah dari ruh itu bau busuk seperti sebusuk-busuk bau yang pernah ada di muka bumi.
Malikat-malaikat membawa naik ruh itu kelangit, tidaklah mereka melewati satu kelompok malaikat melainkan mereka bertanya, “si Apakah jiwa yang buruk ini ? malaikat-malaikat yang membawa mengatakan ,” dia adalah fulan bin fulan, “ dengan menggunakan nama yang paling buruk saat bereda di dunia. Hingga mereka sampai kelangit terendah dan mohon dibukakan bagi ruh tsb,namun langit tidak dibukakan untuknya.”
Kemudian Rasulullah membaca ayat “ 

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit[540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum[541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”( Al-A’raff:40 )

Lau Allah berfirman : “ Tulislah kitab hamba-Ku pada Sijjin dibumi terendah. “ maka ruhnya dilemparkan . Lalu Rasulullah membaca ayat : “ Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung , atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. ( al-Hajj:31) . lalu Ruhnya dikembalikan kejasadnya lalu didatangi oleh dua malaikat yang duduk dihadapannya seraya bertanya” “ siapakah Rabbmu ? orang itu berkata : “ aah…aku tidak tahu”. Kedua malaikat betanya .” kedua malaikat apakah yang enkau katakana terhadap  laki-laki yang diutus kepada kamu itu ?, orang itu menjawab “aahh…..aku… tidak tahu “ maka terdengar suara dari langit , “ sungguh hambaku telah berdusta, berilah dia tikar dari neraka serta bukakan untuknya satu pintu menuju neraka”.

Maka datanglah kepadanya hawa panas dan uap racun dari neraka , kemudian kuburnya dibuat sempit hingga tulang rusuknya patah. Setelah itu datang kepadanya seorang laki-laki yang berwajah buruk, pakaian kumal serta busuk, laki –laki itu berkata :” bergenbiralah engkau dengan sesuatu yang akan menyusahkanmu inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Orang itu bertanya siapakah anda ? wajahmu membersitkan keburukan.” Laki-laki itu menjawab akulah amalanmu yang buruk itu”. Saat itu orang yang meninggal itu berkata “ Ya..Rabbku janganlah Engkau mengadakan hari kiamat”. ( HR.Ahmad, Abu Daud, Hakim, Ibnu Hibban ).
Share:
Babussalam Socah. Powered by Blogger.

recent posts

About us

like us on facebook or instagram

fb : babussalam socah
ig : babussalam_socah