ISLAMIC EDUCATION

Friday, July 21, 2017

“ Abai Terhadap Tiga Persoalan Penting “

Oleh: Drs. Rik Suhadi S.Th.I
Pengasuh pondok Babussalam Socah Jawatimur

Ma’asyiral muslimin rohimakumullah…….
Di zaman mutakhir ini  disaat Akhlaq, moralitas manusia sdh mulai terpuruk, dan dunia sudah berada pada puncak kecanggihan ilmu pengetahuan dan tekhnologinya, Ada 3 bentuk  prilaku yg di abaikan oleh manusia modern.
1.   Abai terhadap  halal haram. Terutama dalam mengais rezeki. Ini sesuai sabda Nabi kita

, لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
 “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.”  HR. Bukhari

2.  Abai terhadap jalainan kasih sayang persaudaraan, baik dalam hal persaudaraan yang se nasab, maupun persaudaraan seiman dan seagama.
Padahal Allah mengajarkan bahwa orang orang yang beriman itu adalah bersaudara

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Qs. Al hujurot : 10
3.  Abai terhadap sunnah sunnah Rasulullah saw. Padahal Rasulullah mengancam orang yang inkar dan membenci sunnahnya bukan ermasuk golongannya

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى؛ فَلَيْسَ مِنِّى».
Maka siapa yg  membenci sunnahku , maka dia bukan golonganku.

Ma’asyiral muslimin rohimakumullah…….

Tiga persoalan ini juga pernah disindir oleh sebuah hadits  yang hadits ini oleh  al-Bany di indikasikan dhoif, sedangkan al-hakim mengatakan  tsiqot ma’mun, Ibnu Hibban mentsiqohkannya , dan hadits ini sangat bersesuaian dengan hadits2 lain yang shohih dari Rasulullah saw, dan dalam kenyataan keseharian peristiwa ini telah banyak terjadi terjadi.

سَيَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ لَا يَكُونُ فِيهِ شَيْءٌ أَعَزَّ مِنْ ثَلَاثٍ: دِرْهَمٌ حَلَالٌ، أَوْ أَخٌ يُسْتَأْنَسُ بِهِ، أَوْ سُنَّةٌ يُعْمَلُ بِهَا».
Akan datang satu zaman kepada kalian, pada saat itu tidak ada yang lebih agung dari tiga persoalan, 1. Dirham yang halal, 2. Saudara yang dapat menentramkan, dan 3. Sunnah yang diamalkan.

ke 1  :  “Abai terhadap hal haram”  
Rasulullah memberikan Isyarat yang sangat tajam kepada kita bahwa nanti akan ada suatu masa yang pada saat itu manusia dalam memperoleh hartanya dengan cara-cara yang tidak halal, pada masa itu moralitas sudah sedemikian rusak, akhlaq dan prilaku manusia sudah mulai hancur, dan manusia begitu tamak dan rakus akan harta dunia, mereka tidak  lagi peduli  apakah dalam memperoleh hartanya itu mereka lakukan dengan cara cara yang dihalalkan oleh Allah dan RasulNya ataukah di peroleh dengan cara cara  yang diharamkan .
Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan uang  , mulai dari cara yang paling kasar seperti merampok, mengkaorup, mark ap, penggelapan, suap menyuap sampai kepada cara yang paling halus dan tersembunyi seperti berbagai macam bentuk riba yang di poles agar terlihat halal.
Tentang riba ini Rasulullah saw dalam riwayat AQbu Daud dan Ibnu Majah pernah menyatakan :
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يَبْقَى مِنْهُمْ أَحَدٌ إِلاَّ أَكَلَ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ
Artinya : Sungguh akan datang pada manusia suatu masa, dimana pada masa itu tidak ada seorangpun yang tidak makan riba, kalaupun ia tidak makan ribanya dia akan terkena debunya.

Prediksi Rosulullah Ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa riba akan merata dimana-mana baik itu dalam bentuk yang jelas dan dalam bentuk yang samar-samar.  sampai-sampai Rasulullah menyatakan kalaupun kita tidak makan riba , kita akan terkena debu-debu riba.
Prilaku riba ini terjadi diakibatkan karena mereka berlogika bahwa jual beli itu sama denagn riba sebagai mana firman Allah SWT :

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
275.  Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan syaitan, lantaran (tekanan) penyakit gila. keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Rasulullah sangat merncela prilaku riba ini dengan  menyatakan bahwa Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina.

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً
Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi , dishahihkan al-Al-Bani)

«الرِّبَا ثَلَاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا، أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ،
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. ( Ibnu Majah , Shahih menurut Syaikhon )

ke 2  :  “Abai terhadap jalainan kasih sayang persaudaraan baik dalam hal persaudaraan yang senasab, maupun persaudaraan seiman dan seagama

Akhir-akhir ini ukhuwah Islamiyah kita di negri ini tengah teruji, atau bahkan ada yang sengaja membenturkan antara sesame ummat Islam, mereka sangat menginginkan kalau umat islam tidak bersatu,  musuh-musuh Islam sangat senang jika mereka saling berseteru.
Oleh kerenanya Jangan hanya karena Perbedaan pendapat, yg tanpa di diskusikan dengan baik, kemudian menjadikan reataknya jalinan persaudaraan.
Jangan hanya karena berbeda warna baju lantas saling membid’ahkan satu dengan lainnya
jangan hanya karena kita beranggapan paling benar dan paling bersih sehingga kita mudah menyalahkan saudara yang lainnya tanpa alas an yg benar dan jelas, sehinga sikap-sikap ini meretakkan jalinan ukhuwah Islamiyah kita.
Padahal Rasulullah telah mengajarkan kepada kita betapa pentingnya jalinan persaudaraan, dan silaturrahim. Dan bahkan Rasulullah mengancam dengan mengatakan “ tidak beriman salah seorang yg tidak mencintai saudaranya.

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Tidak beriman salah seorang diantara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri
( HR Muslim ).

إِنَّ المُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا» وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
Sesungguhnya orang beriman yang satu bagi orang beriman lainnya laksana satu bangunan yang sebagiannya menguatkan kepada sebagian yang lain.dan Rasulullah menjalin jari jemarinya. HR. Bukhari

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ»
Rasulullah menjelaskan tentang bahaya memutus tali silaturrahim, sebagaimana sabda Beliau :

 « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ ». قَالَ ابْنُ أَبِى عُمَرَ قَالَ سُفْيَانُ يَعْنِى قَاطِعَ رَحِمٍ
tidak akan masuk surga orang yang memutus “ berkata ibnu abi Umar , berkata sufyan, ya’ni : sipemutus jalinan kasih sayang

 ke 3  :  “Abai terhadap sunnah ”  
Pada zaman itu orang2 banyak meninggalkan sunnah , mereka lebih suka bertasyabbuh dengan kebiasaan2 diluar Islam dengan alas an agar terlihat modern, dan mereka lebih suka berpegang dengan tradisi2 yg bertentangan dengan Islam dengan alas an melestarikan kebudayaan nenek moyang, yang semuanya itu kebanyakan menyesatkan dan sangat mengancam keislaman seseorang dari kemurnian beragamanya.
Rasulullah memperingatkan kita akan terjadinya prilaku yg mengekor dan menyerupai orang-orang di luar islam :

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sungguh, engkau akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, hingga kalaulah mereka masuk liang biawak, niscaya kalian mengikuti mereka." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, Yahudi dan nasranikah?" Nabi menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka?" HR.Bukhari .
oleh karenanya kalau ada orang yang berpegang teguh dengan sunnah pada zaman itu maka itu adalah sesuatu yg sangat menakjubkan dan itu adalah prilaku yg agung, dan dianggap asing .
sebagaimana sabda Rasulullah saw.
إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ غَرِيبًا، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ»
 “Sesungguhnya Islam pertama kali dianggap asing maka ia akan kembali dianggap asing. Maka beruntunglah orang2 yg dianggap asing “ HR. Ibnu Majah.
اقو قو هذا...............


الحمد لله حمدا كثيرا كما امر  اشهد ان لا اله الا الله
يايها الذين امنوا اوصيكم واياي بتقوى الله . فقد فاز من اتقى كما قال تعالى في القران الكريم
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون
Kesimpulan :
1.    Dalam kehidupan ini kita hendaknya waspada dan berhati2 dalam menais rizeki Allah SWT,  agar tdk terjebak kedalam praktek riba dan cara2 y tidak dihalalkan oleh Allah SWT.
2.    Eratkan tali persaudaraan sesame kita baik persaudaraan sedarah maupun persaudaraan sesama iman.
3.    Hidupkan sunnah denan cara mencontoh prilaku prilaku Rasulullah Saw. Dan Ittiba’ kepada Rasulullah saw. Hindarkan diri kita dari prilaku prilaku yg bertentangan dengan sunnah Rasulillah Saw.

.Rasulullah berpesan dengan dua  peninggalan , dua pusaka  yang sangat agung, yang dengan dua pusaka itu bila dipegang kuat-kuat  akan  bisa terselamatkan dari kondisi2 seperti itu terutama di era mutakhir ini yg sangat mudah seseorang menjadi tersesat karena ketidak tahuannya mengenai petunjuk dan sunnah.

 تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ , وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ صَلى الله عَلَيه وَسَلم.
Aku tinggalkan pada kalian dua perkara kalian tidak akan tersesat selamanya selam kalian berpegang pada keduanya , Kitab Allah ( al-Qur’an ) dan Sunnah NabiNya saw ( Muwatthok Malik ).

معا شرالمسلمين . اعلموا ان الله امرنا ان نصلي على نبيه الكريم فبدأ بنفسه قاءلا ان الله وملئكته يصلون على النبي يايها الذين امنوا صلوا عليه وسلمواتسليما. اللهم صل على محمد ......
اللهم اغفر لنا ولجميع المسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات . اللهم ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة خسنة وقنا عذاباالنار
عبادالله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وان نعمل  صالحا ونهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكرالله يذكركم واشكره على نعمه يزدكم ولذكرالله اكبر .

Share:

0 comments:

Post a Comment

Babussalam Socah. Powered by Blogger.

recent posts

About us

like us on facebook or instagram

fb : babussalam socah
ig : babussalam_socah