ISLAMIC EDUCATION

  • THE REAL NEXT MOSLEM GENERATION

    Bersahabat dengan Mushaf

  • Program Pembelajaran

    Tahfidul Qur'an, BTQ (Baca Tulis Qur'an),Public Speaking, Dakwah Media

  • Character Building and Parenting

    Outbond, Public Speaking, FGD (Focus Grub Dissussion), Problem Solving

  • Pengarahan Minat dan Bakat

    Kelas Intensif Berdasarkan Spesifikasi Keahlian

  • Society Relation

    Membangun kerjasama dengan masyarakat sekitar demi tercapainya misi perwujudan desa qur'ani

Wednesday, October 10, 2018

Iman dan Taqwa Pilar Utama dalam Membangun Peradaban Islam Rahmatan Lil’Aalamiin


Hadirin Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Alhamdulillah pada hari yang mulia ini, seluruh umat Islam di seantero dunia bertakbir, bertasbih, dan bertahmid memperingati hari raya Idul Fitri. Kita agungkan nama-Nya, kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan Allah. Takbir yang kita lantunkan merupakan pengakuan dalam hati, bahwa Allah Maha Besar. Allah Maha Agung. Tiada yang patut di sembah kecuali Allah.

Karena itu, melalui mimbar ini saya mengajak kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin sekalian: Marilah tundukkan kepala dan jiwa kita di hadapan Allah Yang Maha Besar, kita bersyukur atas nikamt iman, islam dan kesehatan yang telah Allah limahkan kepada kita semua.  Sehingga kita bias hadir pada sholat idul fitri pagi ini, yang merupakan juga hari wisuda bagi kita semua yang telah memperoleh predikat TAQWA, setelah kita melaksanakan ibadah puasa kita pada bulan Ramadhan nan penuh berkah.

Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurah untuk junjungan kita, nabi Muhammad saw, serta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang tetap istiqamah di dalam islam dan iman hingga akhir zaman. InsyaaAllah termasuk kita semua yang hadir pada saat ini.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Hadirin Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Tujuan luhur ibadah puasa selama sebulan penuh yang telah kita lalui adalah agar kita menjadi manusia yang paling mulia yaitu menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT.


Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam surat Al- Baqorah ayat 183:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Nilai-nilai yang lahir dari ketaqwaan seseorang itulah yang akan menjadi bangunan peradaban berkemajuan bagi dunia karena orang yang bertaqwa hidupnya akan dihiasi dengan kasih sayang, kelembutan, senyuman, kesabaran, kejujuran, keberanian dalam mewujudkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Muttaqin adalah manusia yang paling ideal menurut Al-Qur’an, karena Allah menyatakan dalam firman-Nya:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Mahaluas ilmu-Nya.” (Qs. Al-Hujurat [49]: 13).

Umat Islam di zaman Nabi Saw, meyakini Islam sebagai agama yang sempurna untuk mengatur kehidupan; dan menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai tauladan yang wajib diikuti dalam segala urusan. Hablum minalloh, wa hablum minan naas.

Hanya dalam tempo 23 tahun saja pemerintahan Nabi Muhammad Saw mampu menyelesaikan segala problem suku, agama, etnis dan budaya.



Kemuliaan hidup dan peradaban mulia di bawah naungan Islam digambarkan oleh Khalifah Umar bin Khathab dengan pernyataan beliau yang tegas, lugas:

إِنَّا كُنَّا أَذَلَّ قَوْمٍ فَأَعَزَّنَا اللَّهُ بِالْإِسْلَامِ فَمَهْمَا نَطْلُبُ الْعِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللَّهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللَّهُ

“Dahulu kami adalah bangsa yang hina, kemudian Allah memuliakan kami dengan agama Islam. Jika sekarang kami mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan hinakan kami kembali”
(HR. Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Ungkapan Umar bin Khathab ini menggambarkan situasi Arab pra Islam yang sangat parah, yang terkenal dengan zaman jahiliyah. Kurang parah apa orang-orang kafir Quraisy? Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti minum khamr (arak) sampai mabuk, berzina, berjudi, merampok dan sebagainya.
Pertanyaanya kenapa gambaran peradaban islam yang agung itu kini menjadi berubah. Apa tantangan utama umat Islam di dunia saat ini?



اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

Hadirin Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Tantangan utama umat Islam saat ini adalah:
Ghazwul Fikri, Islamophobia, Proxy war, Epidemi berita Hoax, dan penyebaran faham transnasional yakni tatharruf yamini (ekstrim kanan) dan tatharruf yasari (ekstrim kiri).

Salah satu Tujuan dari proxy war, berita Hoax, Ghaswul Fikri, adalah guna memperlambat laju pertumbuhan umat Islam di dunia yang mengalami pertumbuhan sangat pesat. Mereka sangat khawatir Islam akan meminpin kembali peradaban dunia.

Strategi mereka adalah memecah persatuan umat islam, merusak akhlaq umat islam terutama para remaja muslim melaui berbagai bentuk dekadensi moral, konten media social, narkoba dan LGBT.


أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

Hadirin Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Berbagai fenomena yang terjadi dewasa ini, merupakan strategi yang dilancarkan musuh islam sedang menggunakan strategi potlitik menggoyang tikus dalam karung.

Adalah kisah seorang insinyur pertanian, ketika ia bertugas di sebuah kampung, ia menaiki kereta api menuju Cairo. Di sebelahnya duduk seorang petani tua penduduk kampung itu.
Sang insinyur memperhatikan di bawah kaki petani tua itu ada sebuah karung goni. Di sela-sela perjalanannya, setiap seperempat jam ia membolak-balikkan karungnya.

Bapak petani bilang: “Karung ini berisi tikus-tikus. Bila aku biarkan karung ini tanpa digoyang dan dibolak-balik, tikus yang ada di dalamnya akan merasa tenang. Dia akan berhenti dari rasa takut. Bila itu terjadi dalam waktu cukup lama setiap tikus akan berusaha menggigit dan melubangi karung ini. Karena itu aku selalu menggoyangnya setiap seperempat jam supaya mereka terganggu dan merasa ketakutan. Mereka akan sibuk selalu dengan berbenturan sesama mereka dan mereka tidak punya insting untuk melubangi karung ini sampai aku berhasil membawanya ke pusat penelitian.”

Mendengar penjelasan petani tua itu lidah Pak insinyur menjadi kelu.
Dari cara berpikir si Pak Tani, tanpa sengaja ia sudah menjelaskan dengan gamblang, bagaimana politik dan falsafah Barat dalam mengaduk-aduk negara kaum muslimin.

Setiap kali umat Islam merasakan ketenangan dibikinkan masalah yang akan menggoncang ketentraman hidup mereka. Disebar fitnah di sana, ditebar kecemasan di sini, dibikin masalah di berbagai tempat, supaya mereka bisa meneruskan cengkramannya terhadap umat Islam.





Hadirin Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Dunia hari ini dikuasai oleh teknologi. Hari ini jumlah pengguna telepon pintar 7,6 milyar, sudah melebihi jumlah penduduk bumi 7,4 milyar.
Islam menjadi agama dengan pertumbuhan penganut yang paling tinggi. Perkiraan dari PBB dan Pew Research Institute, sebuah lembaga riset di AS, pada tahun 2050 jumlah muslim mencapai 2,8 milyar. Pertumbuhan inilah yang mereka takutkan.
Fakta yang menarik adalah bahwa pusat pengendali jaringan internet itu ada di Amerika. Markas Google, Facebook, WhatsApp dan Twitter juga ada di Amerika. Artinya apa? Sampai hari ini Amerika masih menjadi negara pengendali dunia.

Ketika peradaban berada di tangan orang tidak beriman, maka kita seringkali menyaksikan ketidakadilan dan ketimpangan, baik secara fisik melalui peperangan, maupun dalam bentuk hegemoni informasi di media social.

Tujuan Ghaswul Fikri adalah: Lemahkan umat islam dalam penguasaan sains dan teknologi. Jauhkan umat islam satu dengan yang lain, putuskan tali persaudaraan di antara umat islam. Suburkan fitnah dan saling memfitnah dalam kehidupan umat Islam. Jauhkan mereka dari masjid, persukar kegiatan ibadah umat islam adalah strategi yang mereka lancarkan untuk melemahkan aqidah umat islam.
Potensi konflik internal umat Islam makin mengkhawatirkan.  Kita tahu bahwa konflik negara islam di Timur Tengah adalah bagian dari Proxy war. Rusia dan Amerika Serikat adalah dua pemain politik global. Rusia menjadikan Iran sebagai proxy. Amerika menjadikan Saudi Arabia menjadi proxy-nya.

Kenapa mereka melakukan itu semua?
Karena sesungguhnya mereka hawatir bahkan takut akan kebangkitan Islam sebagai agama rakhmatan Lil’Aalamiin.



اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَر وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Hadirin Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Puncak kemajuan peradaban Islam kita kenal sebagai era The Golden Age of Islam. Masa keemasan peradaban Islam itu berlangsung selama 7 abad (abad 7-13 M), membentang dari Sungai Indus di Timur sampai ke Tanah Andalus di Barat.

Kini Masa keemasan peradaban Islam tersebut telah berakhir. Umat Islam mengalami kemunduran. 

Kemunduran peradaban islam ini telah diperkirakan oleh Nabi Muhammad SAW:

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda:
“Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. 

Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? 
Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Alloh mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.

Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?
Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut akan kematian”.

(Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda: 
“Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri.” (HR. Ath-Thabrani dan Anas)
Dari Hadist Nabi tersebut kita bisa maknai bahwa umat islam telah mengalami perpecahan dan perselisihan. Hilangnya kekompakan, persatuan, dan semangat untuk saling tolong-menolong.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَر وَلِلَّهِ الْحَمْدُ


Kaum Muslimin Muslimat yang dirahmati Allah,

Bagaimana kita membentengi diri kita dari pengaruh ghoswul fikri yang dilancarkan oleh musuh kaum muslimin?

Allah telah berfirman dalam surah Al-Ma’idah ayat 3:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Oleh karena itu sesungguhnya dengan kita menegakkan dan memperkuat aqidah Islam, mempraktekkan nilai-nilai Islam dengan benar sesuai petunjuk dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka pertolongan Allah akan datang.  

Allah berfirman dalam surah Muhammad ayat 7:

Wahai orang orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Sebulan penuh kita telah di-tarbiyah oleh Allah melalui Ramadhan. Kemenagan telah diraih dan panji taqwa telah berkibar di hati orang-orang yang beriman.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَر وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jama’ah ‘Ied Rahimakumullah!

Ketaqwaan adalah status kemuliaan seorang hamba di sisi Allah SWT. Ini adalah gelar dunia dan langit yang tak mampu ditandingi oleh seribu gelar dunia sekalipun.

Nilai-nilai yang lahir dari ketaqwaan seseorang akan menjadi bangunan peradaban berkemajuan bagi dunia karena orang yang bertaqwa hidupnya akan dihiasi dengan kasih sayang, kelembutan, senyuman, kesabaran, kejujuran, keberanian dalam mewujudkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Apa sajakah keutamaan iman taqwa dalam membangun peradaban islam rahmatan lil alamiin?

Iman dan Taqwa yang pada hakikatnya keduanya memiliki korelasi atau hubungan yang sangat terikat dan dekat, merupakan pilar utama untuk membangun peradaban islam yang modern.

Ketika Nabi ingin membangun kota Madinah, yang beliau bangun pertama kali adalah masjid. Demikian pula dengan yang dilakukan oleh umat Islam ketika dunia Islam menjadi pusat dari peradaban dunia yang pertama dilakukan adalah mendirikan masjid dan Insitusi pendidikan. Dua bangunan ini melambangkan betapa generasi awal Islam telah berpikir jauh ke ke depan.
Masjid adalah simbol dari dzikr, sedangkan institusi pendidikan adalah lambang dari aktivitas fikr. Peradaban Islam dengan jelas merumuskan eksistensinya di permukaan bumi. Dzikr dan fikr yang dilandasi oleh iman dan taqwa adalah dua pilar peradaban yang kokoh. 

Jama’ah ‘Ied Fitri Rahimakumullah!

Ramadhan telah menyematkan ketaqwaan kepada yang telah meraihnya. Ketaqwaan itulah yang mengantarkan pemiliknya pada kemuliaan yang sejati.

Iman dan Takwa melahirkan sifat-sifat terbaik tidak saja pada diri seseorang, akan tetapi juga melandasi sifat-sifat Keluarga dan peradapan masyarakat, bangsa dan negara.  Tidak hanya dalam perkara hablum minallah, tetapi juga hablum minannas, untuk membangun negeri yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.
Iman dan taqwa adalah JANTUNG dalam pembangunan peradaban Itu sendiri.
Ramadhan merupakan sebuah sistem pendidikan Rabbani yang sangat efektif bagi pembentukan kesadaran diri dan karakter mulia.

Semoga Allah swt, di hari yang fitri ini, berkenan mendampingi dan membimbing kita selalu dalam menapaki tangga perjuangan menuju kebangkitan peradaban Islam yang kita idam-idamkan.


اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَر وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jama’ah ‘Ied Rahimakumullah!

Islam adalah rakhmatan lil Aalamiin. Mari kita Pegang teguh Al-Qur’an dan As-Sunah sebagai pedoman hidup. Mari kita terus meningkatkan iman dan taqwa kita dalam rangka menghadapi Konvergensi media yang sangat cepat saat ini.

Umat Islam tidak boleh mengalami rendah diri melihat peradaban Barat yang semu. Apalagi banyak yang memprediksikan bahwa peradaban Islam abad 21 ini akan muncul di Asia Tenggara, di antaranya di Indonesia dan Malaysia. Bagaimana masjid, pesantren, lembaga pendidikan Islam, gerakan masa yang muncul dari umat Islam di Indonesia. Maka perhatian dunia Barat kini pun tertuju kepada Indonesia dan Malaysia. Kita semua harus berhati-hati kepada anasir-anasir yang mampu melemahkan kelompok-kelompok Islam di Indonesia. Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat peradaban Islam di dunia.

Dunia Barat banyak belajar dari peradaban Islam. Bahkan Mark Zuckerberg mengagumi sejarah Islam. Dia berkata, “Saya heran ada orang-orang yang terlalu mengidolakan saya, padahal saya sangat mengidolakan ilmuwan Muslim Al-Khawarizmi karena tanpa Algoritma dan Aljabar, maka jangan pernah bermimpi ada Facebook, Whats App, BBM, Line, games bahkan komputer.”

Umat Islam merupakan umat yang terbaik.

 وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ



Artinya: “Dan demikian pula kami telah menjadikan kalian (umat Islam) ummatan wasathan, agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.” (QS. Al-Baqarah [2]: 143)

Imam Ibnu Jarir ath-Thabari menyatakan bahwa makna ‘wasathan’ adalah bagian yang berada di antara dua sisi. kelompok yang melampaui batas, dan juga bukan kelompok yang suka mereduksi (mengurangi dan menghilangkan) ajaran agama.
Umat ini adalah umat yang adil. Allah paling mencintai umat-Nya yang bersifat adil.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَر وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Jama’ah ‘Ied Rahimakumullah!

Lalu siapakah kunci bangkitnya peradaban Islam modern ini?

Jawabannya adalah PARA PEMUDA MUSLIM yang beriman dan bertaqwa.

Siapa yang tidak kenal:
Atab bin Usaid. Diangkat oleh Rasul Shallallahualaihi wasallam sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun. Muhammad Al Fatih 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel. Muhammad Al Qasim 17 tahun. Menaklukkan India sebagai seorang jenderal agung pada masanya. Umar bin Abdul Aziz, SalahuddinAl-Ayyubi, dll.
Mereka adalah pemuda-pemuda yang sederhana, tawadhu, pemberani, pembela Islam, dan mampu menorehkan tinta emas bagi peradaban Islam. Semoga para pemuda saat inipun bisa menirunya untuk menorehkan tinta emas bagi peradaban Islam pada abad ini. 

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَر وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jama’ah ‘Ied Rahimakumullah!

Akhirnya, di penghujung khutbah ini, marilah kita tundukkan hati dan jiwa ini kepada Allah, untuk berdoa dengan penuh keikhlasan padanya. Semoga Allah SWT senantiasa meliputi kehidupan kita dengan keberkahan dan melindungi kita semua.


وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ بِالإِسْلاَمِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالإِيْمِانِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالْقُرْآنِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِشَهْرِ رَمَضَانَ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِي أَفْغَانِسْتَان، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ  فِي كَشْمِيْرَ، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ  فِي الْعِرَاقِ، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِي سَائِرِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Wabillahit Taufiq wal Hidayah. Wassalamualaikum wr.wb.

(Disampaikan di Kota Depok, saat Khutbah 'Iedul Fitri 1439 H)
Share:
Babussalam Socah. Powered by Blogger.

recent posts

About us

like us on facebook or instagram

fb : babussalam socah
ig : babussalam_socah