ISLAMIC EDUCATION

Wednesday, April 24, 2019

Perilaku Muslim - Amal Yang Diterima

oleh : Prof. Dr. Maksum Radji, M.Biomed, Apt
(Pembina Yayasan Babussalam Socah)


Assalamu ‘alaikum Warahmatullaahi wa barakatuh.

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami, barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk, aku bersaksi bahwasannya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Pertama, marilah kita memanjatkan Puja dan Puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya bagi kita semua.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah menyampaikan Agama yang sempurna kepada umat manusia. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang selalu berpegang teguh dengan sunnah beliau hingga ajal menjemput kita.

Maasyiral Mukminin rahimakumullah.
Suatu hari Atha As-Salami ra. seorang tabi`in yang mulia, bermaksud menjual kain yang telah ia tenun kepada penjual kain di pasar. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, “Ya, Atha sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”
Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung lalu menangis. Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, “Atha sahabatku, aku mengatakan dangan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dangan harga yang sesuai.”
Mendengar tawaran tersebut, Atha’ menjawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? Ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya, ternyata kain itu ada cacatnya. Begitulah aku menangis kepada Alloh karena aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun tiada cacatnya sama sekali, mungkin di mata Allah SWT sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”

Jamaah rahimakumullah.

Tidak semua penghuni neraka adalah orang-orang yang selama di dunia kegemarannya hanya bermaksiat, pencandu narkoba, korupsi, berzina, dan lain sebagainya. Ternyata, di antara penghuni neraka itu ada manusia yang rajin beramal, bahkan sampai keletihan dalam beramal saking berat dan banyaknya amalannya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Ghasyiyah 88: Ayat 1-4):

هَلْ اَتٰٮكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِ 
"Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?"

وُجُوْهٌ يَّوْمَئِذٍ خَاشِعَة
"Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina,”

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
"(karena) amalan amalan yang melelahkan,"

تَصْلٰى نَارًا حَامِيَة
"mereka memasuki api yang sangat panas, menyala nyala (neraka)"

Itulah gambaran tentang salah satu ahli neraka. Mereka yang rajin beramal lagi kepayahan, namun memasuki api yang sangat panas (neraka). (QS. al-Ghasyiyah: 3–4).

Rangkaian ayat-ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.
Ternyata salah satu penyebab orang dimasukkan ke neraka adalah amalan yang banyak dan beragam, tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat (tatacara) yg tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Maasyiral Mukminin rahimakumullah.

Sayyidina Umar bin Khathab selalu menangis ketika mendengar ayat ini dibacakan.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan satu riwayat dari Abu Imran al-Jauni, bahwa suatu ketika Umar bin Khatab pernah melewati sebuah kuil, yang ditinggali seorang rahib nasrani.
Umar lalu memanggilnya, “Hai, Rahib! Hai, Rahib!” Rahib itu pun menoleh. 
Ketika itu, Umar terus memandangi sang rahib. Dia perhatikan ada banyak bekas ibadah di tubuhnya. Kemudian tiba-tiba Umar menangis.

Beliau pun ditanya, “Wahai Amirul Mukminin, apa yang membuat Anda menangis? Mengapa Anda menangis ketika melihatnya.”

Jawab Umar, “Aku teringat firman Allah dalam al-Quran, (yang artinya): 
‘Rajin beramal lagi kepayahan, namun memasuki neraka  yang sangat panas.’
Itulah yang membuatku menangis.” 


Maasyiral Mukminin rahimakumullah

Lalu apa Syarat Ibadah yang Diterima oleh Allah SWT?

Adapun syarat ibadah yang diterima oleh Allah SWT. berdasarkan nash Al-Quran dan Hadits, syarat ibadah/amal yang diterima Allah SWT yaitu 
1.      Iman, 
2.      Ikhlas  
3.      Ibadah yang dilakukan sesuai dengan ilmunya, dan 
4.      Sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw.

1. Iman.
Sudah selayaknya kita bersyukur, Allah jadikan kita menjadi orang mukmin, karena iman adalah salah satu syarat bagi kita agar ibadah kita diterima oleh Allah.

2. Ikhlas.
Ibadah harus dilakukan secara ikhlas. Ibadah dilakukan dengan kesadaran sendiri dan ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji ataupun karena dipaksa.

Allah berfirman:
"Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, lagi tetap teguh di atas tauhid; dan supaya mereka mendirikan shalat serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah Agama yang benar" (QS. Al-Bayyinah:5).

“Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Pemelihara alam semesta.“ (QS. Al-An‘âm: 162).

Nabi bersabda:
"Allah tidak menerima amalan kecuali dikerjakan dengan ikhlas dan hanya mencari ridla-Nya."
(HR. Al-Nasâ`i).

Niat yang ikhlas semata, belumlah cukup untuk membuat amal kita diterima. Semangat, bukan modal utama agar amal kita diterima. Karena kita juga dituntut untuk benar dalam tata caranya.

3. Ibadah yang dilakukan harus disertai ilmunya.
Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya" (QS. Al-Israa':36).

Umar bin Khattab pernah mengatakan: "Siapa yang beribadah tanpa disertai ilmunya, maka ibadahnya tertolak dan tidak diterima." Jika ibadah dilakukan tanpa disertai pengetahuan tentang ilmunya, maka ibadah tersebut bisa salah dalam tata cara serta tidak dipenuhi syarat dan rukunnya.

Mu’adz bin Jabal mengatakan, “Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang
setelah adanya ilmu.”

4. Sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw.
Tata cara ibadah harus sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Ibadah yang dilakukan harus sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabat.
Nabi bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”(HR. Al-Bukhari).

“Barangsiapa yang mengadakan sesuatu dalam perkara kami ini yang tidak ada tuntunan (Islam) di dalamnya maka ditolak.”(Muttafaq 'alayh).

“Sesungguhnya sebaik-baik berita adalah Kitabullah (Al-Qur’an), dan sebaik-baik bimbingan, adalah bimbingan Muhammad, sedang sejelek-jelek perkara adalah mengada-ada padanya, dan setiap bid`ah (penyimpangan dengan mengada-ada) adalah sesat.”(HR. Muslim, Ibn Majah, Ahmad & Darimi).

Maasyiral Mukminin rahimakumullah
Demikianlah syarat Ibadah yang diterima oleh Allah SWT. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya pada kita semua, sehingga kita bisa melaksanakannya dengan benar dan istiqomah.
Amin yaa Rabbal Aalamiin.

Wabillahit taufiq wal hidayah. 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

**(Disarikan dari berbagai sumber)

Share:

0 comments:

Post a Comment

Babussalam Socah. Powered by Blogger.

recent posts

About us

like us on facebook or instagram

fb : babussalam socah
ig : babussalam_socah