ISLAMIC EDUCATION

Wednesday, March 4, 2020

SIKAP SEORANG MUKMIN DALAM MENGHADAPI MUSIBAH DAN PENYAKIT MENULAR



(Oleh: Prof. Dr. Maksum Radji)

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻫَﺪَﺍﻧَﺎ ﻟِﻬَﺬَﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻟِﻨَﻬْﺘَﺪِﻱَ ﻟَﻮْ ﻻَ ﺃَﻥْ ﻫَﺪَﺍﻧَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ. ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ أَمَّا بَعْدُ؛ ﻓَﻴَﺎ ﻋِﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪِ،ﺃُﻭْﺻِﻴْﻜُﻢْ ﻭَﻧَﻔْﺴِﻲْ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ  ﻭَﺃَﻃِﻴْﻌُﻮْﻩُ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮْﻥَ. 



Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Segala puji marilah kita panjatkan ke khadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat-Nya kepada kita semua, terutama nikmat iman, Islam dan kesehatan, sehingga sampai saat ini kita masih bisa mensyukuri segala nikmat-Nya, dan istiqomah dalam melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya.  
Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya, para sahabat dan para pengikutnya yang setia yang InsyaAllah termasuk kita semua yang kelak akan mendapat syafaatnya di yaumil qiyamah. Aamin yaa Rabbal Aalamiin.

Belakangan ini, informasi yang terkait dengan merebaknya wabah pandemi tentang virus corona (covid-19) yang menakutkan mendominasi berbagai media. Seluruh dunia khawatir terhadap dampak penyebaran covid-19 ini, terutama setelah WHO mengumunkan bahwa covid-19 telah tersebar di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Pembicaraan tentang jenis virus corona (covid-19) membanjiri medsos yang dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat. Ada pakar-pakar bidang kesehatan yang dengan tulus menyampaikan informasi tentang penyebab dan upaya-upaya pencegahannya, namum ada pula yang menjadikannya sebagai bahan candaan dan berbagai info palsu (hoax) yang meresahkan masyarakat.

Sebagai seorang Muslim, ketika kita berhadapan dengan musibah dan merebaknya penyakit menular yang berbahaya ini, kita wajib bersandar kepada Allah semata berpegang teguh syari’at dan tuntunan Islam.
Lantas bagaimanakan sikap seorang muslim dalam menghadapi musibah dan wabah penyakit menular yang sedang merebak saat ini?

Pertama,
Meningkatkan Iman dan taqwa.

Meningkatkan ketaqwaan adalah melaksanakan dengan sungguh-sungguh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Bila kita selalu mengingat Allah pasti Allah akan menjaga kita.
Allah SWT berfirman,

وَ بَلَوۡنٰہُمۡ بِالۡحَسَنٰتِ وَ السَّیِّاٰتِ لَعَلَّہُمۡ یَرۡجِعُوۡنَ

Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS. Al-A’raf/ 7: 168)

Allah SWT berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدُيرٌ


"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-An'am 6: Ayat 17).

Oleh sebab itu setiap manusia wajib untuk senantiasa meningkatkan ketaatan kepada Allâh dan Rasul-Nya. Jauhilah segala tindak maksiat; niscaya Allâh pun akan melindungi kita semua.
Allah SWT berfirman, 

 وَ مَنۡ یَّتَوَکَّلۡ عَلَی اللّٰہِ فَہُوَ حَسۡبُہٗ ؕ اِنَّ اللّٰہَ بَالِغُ اَمۡرِہٖ ؕ قَدۡ جَعَلَ اللّٰہُ لِکُلِّ شَیۡءٍ قَدۡرًا

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allâh niscaya Allâh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allâh melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allâh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.  (Ath-Thalaq/65:3).

Allah SWT berfirman:

قُلْ مَن ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُم مِّنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا


Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah”. (QS. Al-Ahzab: 17)

Dalam nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan bahwa,

احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”  (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Hakim).



Kedua,
Bertawakkal kepada Allah.

Setiap muslim hendaknya tawakkal kepada Allah. Ingatlah bahwa segala sesuatu atas kuasa Allah dan sudah menjadi takdir-Nya. 

Allah SWT berfirman, 

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” 
(QS. At-Taghabun: 11).


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena-pena (pencatat takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran (catatan takdir) telah kering.”
(HR. Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan shahih).

Ketiga,
Berikhtiar dan sandarkanlah ikhtiar hanya kepada Allah semata

Lakukanlah berbagai upaya uintuk menangkal dan mengobati penyakit. Berobat dan mencari penyebab penyakit tidaklah bertentangan dengan tawakkal. Namun sandarkanlah semua ikhtiar tersebut hanya kepada yang Maha Kuasa, karena hanya dengan izin Allah semata datangnya kesembuhan dari suatu penyakit. 

Sesungguhnya syari'at Islam mengajarkan untuk melakukan upaya pencegahan sebelum sakit dan berobat ketika sakit, dan bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalam menghadapi wabah penyakit menular, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan untuk berobat atau menghindarkan diri dari wabah penyakit yang sedang menular.
Dri Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا.

“Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.”
(Muttafaqun ‘alaihi).

Keempat,
Berdoa kepada Allah.

Umat Islam berdoa untuk mencegah datangnya musibah, memperkuat diri dengan dzikir dan doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulallah. 

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ : بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ ، إِلاَّ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ


“Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: 
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

"Dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui". Sebanyak tiga kali, maka tidak akan ada apa pun yang membahayakannya.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). 



Kelima,
Perbanyak bershodaqoh.

Banyak hadits Rasulullah yang mengajarkan kita untuk   bersedekah agar terhindar dari musibah dan penyakit menular.

“Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak.”
(Riwayat Imam Thabrani).

“Bersegeralah bersedekah, sebab wabah dan bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (HR. Imam Baihaqi).

Keenam,
Bersyukur dan bersabar.

Allah SWT berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ,  الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ .  أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (segala sesuatu milik Allah dan kembali kepada Allah). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”  (QS. Al-Baqarah: 155-157).
Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
 Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim).


Ma’asyirol muslimin rahimakumullah,

Demikianlah sikap seorang mukmin ketika ditimpa oleh sebuah musibah termasuk wabah penyakit menular. Meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, berikhtiar seraya bertawakal kepada Allah, berdoa dan bersabar serta memperbanyak shadaqoh, mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib, serta menolong sesama dengan ikhlas karena Allah, merupakan sikap yang terpuji, Insya Allah dapat menghindarkan kita dari mara bahaya dan penyakit menular yang membahayakan diri kita.
Marilah kita sadari bahwa sesungguhnya musibah terbesar yang lebih kita khawatirkan adalah musibah yang menimpa agama, yaitu kerusakan akidah dan akhlak umat Islam, yang merupakan musibah terbesar di dunia dan akhirat.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan pertolongan dan lindungan-Nya bagi kita semua, sehingga kita terhindar dari bencana dan penyakit yang menular.

Aamiin yaa Rabbal Aalamiin.


Pondok Babussalam Socah, Bangkalan,  4 Maret 2020.


(*Disarikan dari berbagai sumber)






Share:

0 comments:

Post a Comment

Babussalam Socah. Powered by Blogger.

recent posts

About us

like us on facebook or instagram

fb : babussalam socah
ig : babussalam_socah